KesehatanMadiunMadiun Raya

Lapas Pemuda Madiun Pastikan Pengolahan hingga Pendistribusian Makanan WBP Tepat

Lawupos: Madiun – Lapas Pemuda Madiun, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jatim, terus menjaga standar pelayanan maksimal untuk Warga Binaan, dengan memastikan kualitas dan kuantitas makanan yang disediakan. Hak mendasar Warga Binaan untuk mendapatkan makanan sehat, bersih, dan layak konsumsi menjadi fokus utama, dan langkah-langkah pengawasan ketat dilakukan selama proses pengolahan makanan.

Rachmad Tri Raharjo, Kasi Binadik Lapas Pemuda Madiun, bersama Kasubsi Bimkemaswat dan petugas dapur, melakukan pengecekan administrasi laporan bahan makanan serta menilai kelayakan dan kebersihan makanan di dapur Lapas Pemuda Madiun, Kamis (28/12/2023).

Pengecekan ini dilakukan secara rutin dengan tujuan utama memastikan kebersihan dapur dan makanan sesuai dengan jadwal harian yang telah ditetapkan, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No 40 tahun 2017 tentang pedoman penyelenggaraan makanan bagi tahanan, anak, dan narapidana.

“Pengecekan rutin ini kami lakukan untuk memastikan bahwa dapur Lapas Pemuda Madiun selalu bersih dan kebersihan makanan tetap terjaga sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ungkap Rachmad.

Ia menambahkan bahwa standar penyelenggaraan makanan yang berkualitas mendukung keberlangsungan kegiatan pembinaan.

“Dengan diberikannya standar penyelenggaraan makanan yang berkualitas bagi Warga Binaan, akan berdampak positif bagi kesehatan mereka, sehingga mereka tetap semangat dan berenergi dalam melakukan dan mengikuti kegiatan-kegiatan pembinaan yang ada di Lapas Pemuda Madiun,” imbuhnya.

Ardian Nova Christiawan, Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, juga memberikan instruksi kepada jajaran Binadik untuk memantau proses pendistribusian makanan guna menjamin ketertiban dan mencegah adanya penyimpangan.

“Pemantauan dan pengawasan dilakukan sejak dari makanan baru dikirim, ditimbang, dibersihkan, diolah dan dimasak, hingga pengantaran ke blok hunian sampai dengan makanan diterima oleh masing-masing Warga Binaan. Memastikan semuanya berjalan dengan tertib dan tanpa penyimpangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kalapas menjelaskan bahwa seluruh proses layanan dapur harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

“Proses penerimaan, pengolahan, dan penyajian makanan harus selalu dalam pengawasan Petugas serta laksanakan dengan penuh tanggung jawab dan berpedoman sesuai SOP serta sesuai layanan publik berbasis HAM,” pungkasnya. (Red/Humas)

Related Articles

Back to top button