MadiunMadiun Raya

Si-TPO Madiun Membantu Keluarga Penjamin dalam Proses Pengusulan Hak Integrasi

Lawupos.com – Sebanyak 33 Warga Binaan di Lapas Kelas I Madiun, yang berada di wilayah kerja Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Timur, telah menghadiri Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dalam rangka pengusulan pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan asimilasi. Sidang TPP tersebut berlangsung secara daring pada Sabtu (27/05) dan diikuti oleh keluarga narapidana.

Sidang TPP diawali dengan sambutan dari Kasi Bimkemasy, Taufiqul Hidayatullah, yang juga menjabat sebagai Sekretaris sidang. Dalam sidang tersebut, pendapat dari anggota sidang didengarkan dan syarat administratif serta substansial diperiksa kembali.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Budi Ruswanto, menjelaskan bahwa sidang TPP memegang peranan penting dalam meningkatkan proses pembinaan di Lapas. Sidang TPP juga menjadi salah satu indikator keberhasilan program pembinaan di dalam Lapas.

“Sidang TPP hari ini akan menentukan apakah Warga Binaan yang disidangkan layak untuk mengajukan pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, atau asimilasi,” ungkap Budi.

Selanjutnya, Kabid Pembinaan, Budi, menambahkan bahwa melibatkan keluarga narapidana sebagai penjamin dalam proses sidang adalah langkah yang disengaja.

“Kami ingin bersama-sama mengawasi dan memotivasi Warga Binaan agar terus meningkatkan kualitas diri mereka demi kebaikan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Yang terpenting, kami berharap agar mereka tidak mengulangi tindak pidana,” tambah Budi.

Sidang TPP Online atau Si-TPO merupakan salah satu inovasi praktik baik yang diterapkan oleh Bidang Bimkemasy Lapas Kelas I Madiun. Inovasi tersebut bertujuan untuk melibatkan keluarga narapidana secara langsung dalam proses sidang TPP yang dilakukan di Lapas I Madiun. (Hms/Red)

Related Articles

Back to top button